Showing posts with label Syurga. Show all posts
Showing posts with label Syurga. Show all posts

Monday, 31 July 2017

SUBHANALLAH!! INILAH KISAH PENGHUNI NERAKA TERAKHIR YANG MASUK SYURGA

Gambar Hiasan

Adalah Rasulullah pernah mengisahkan perihal ghaib di akhirat kelak. Tertawa sekaligus menangis ketika mendengar salah satu kisah akhirat, yakni kisah tentang penghuni syurga terakhir. Kasih sayang dan rahmat Allah yang luas nampak dalam hikmah kisah berikut.

Terdapat seorang yang berada di neraka. Ia terus berusaha melewati dahsyatnya panas api neraka. Terkadang ia mampu berjalan kaki, namun sesekali tertjatuh telungkup, seringkali hangus dibakar api neraka. Jatuh bangun ia berusaha melewati siksaan demi siksaan. Acap kali berhasil selangkah, ia mengharap bantuan Allah.

Dengan tertatih dan dalam waktu yang lama, ia pun berhasil meninggalkan neraka. Segera  ia berseru, “Segala puji Allah yang menyelamatkanku darimu, hai neraka!” Tentu saja, dia bersyukur, karena tak ada yang mampu melewati neraka kecuali dia.

Namun keluar dari neraka bukan akhir dari penderitaan atas hukuman dampak bermaksiat di dunia. Ia masih merasakan panas yang sangat dan begitu kehausan. Ia pun melihat sekeliling dan tertuju pada sebuah pohon. Namun jaraknya sangat jauh. Ia pun meminta kepada Allah agar mendekatkannya, “Ya Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh dibawahnya dan meminum airnya,” pinta orang itu.

Allah pun bertanya padanya, “Wahai cucu Adam, jika aku dekatkan kau ke pohon itu, apa kau akan meminta hal lain lagi kepadaKu?” Orang itu pun segera menjawab, “Tidak wahai Rabbku, aku berjanji tidak akan meminta hal lain,” ujarnya yang tak sabar menikmati keteduhan dibawah pohon setelah sekian lama dihukum di neraka. Saat itu, pohon yang dihadapan matanya sangat menggiurkan. Allah pun mengabulkan permintaannya. Ia pun berada di bawah pohon itu, kemudian segera meminum air darinya.

Namun setelah itu, ia kembali melihat sebatang pohon. Namun pohon yang diliatnya lebih rindang dan lebih indah dari pohon pertama yang ia telah berteduh dibawahnya. Melihatnya, lupa sudah janjinya. Ia kembali meminta pertolongan Allah agar didekatkan pada pohon kedua itu. “Wahai Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh dibawahnya dan meminum airnya. AKu tidak akan meminta hal lain lagi,” pintanya.

Allah pun berfirman, “Hai cucu Adam, bukankah kau telah berjanji tak akan meminta hal lain?”

Orang itu pun menjawab, “Iya, benar ya Allah, tapi kali ini saja… Aku benar-benar tak akan meminta hal lain lagi,” pintanya, merengek.

Allah pun memaklumi dan dengan kasih sayangNya, Allah mendekatkan orang itu ke pohon kedua. Orang itu pun dapat berteduh di pohon yang jauh lebih indah dan rindang dari pohon pertama itu.

Namun ternyata, pohon kedua itu berada dekat dengan pintu syurga. Setiba di pohon tersebut, ia mendengar suara penghuni surga yang diliputi kebahagiaan. Apa daya, ia tak kuasa ingin memasukinya. Lagi, ia melanggar janjinya dengan Allah. Ia kembali meminta kepada Allah, ia ingin agar Allah memasukkannya ke dalam surga.

“Ya Allah ya Rabb, Masukkanlah aku kesana,” pintanya, menunjuk pada syurga yang kenikmatannya tak pernah terbayang….

Allah Ta’ala pun kembali berkata, “Hai cucu Adam! Hal apa yang membuatmu puas, apakah kau ingin Aku berikan dunia dan segala isinya?”

Orang itu pun menjawab, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku… Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” ujarnya.

Allah pun tertawa seraya berfirman, “Aku tidak mengejekmu, tapi Aku Maha kuasa mewujudkan apa yang kau inginkan”

Maka dimasukkanlah orang itu ke dalam syurga dengan rahmat dan kasih sayangNya. Ia pun berkumpul dengan hamba Allah yang lain yang tak pernah menyekutukanNya. Dia pun menjadi orang terakhir yang masuk surga, sang penghuni surga terakhir.

Kisah tersebut dikabarkan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abdullah bin Mas’ud. Dalam riwayat tersebut juga disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud tertawa saat menceritakannya pada sahabat Rasulullah yang lain. Beliau tertawa saat mengisahkan bahagian si penghuni syurga terakhir menginginkan syurga.

Saat bahagian si penghuni surga terakhir berkata kepada Allah, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku… Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” Ibnu Mas’ud pun tertawa. Ia berkata kepada orang-orang yang mendengar kisah itu, “Apa kalian ingin bertanya kenapa aku tertawa?” Para sahabat lain pun menjawab, “Iya, mengapa kau tertawa?”

Ibnu Mas’ud pun menjawab, “Karena aku melihat Rasulullah tertawa (saat mengisahkan hal sama). (Saat mendengar kisah itu dari Rasulullah), aku pun bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, mengapa Anda tertawa?” baginda pun menjawab, “Karena Tuhanku, Tuhan seluruh alam, juga tertawa,” sabda Rasulullah.

Demikian kisah sang penghuni syurga terakhir yang diriwayatkan dari hadits Rasulullah. Banyak hikmah yang dapat kita petik, terutama tentang sifat Rahman dan Rahim Allah Ta’ala. Allah maha pemurah lagi maha penyayang, serta Maha pengampun.

Allah Al-Ghofur berfirman, “Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” Qur’an surat Az-Zumar ayat 53. Oleh karena itu, mari berlomba meraih rahmat dan ampunanNya yang Maha Luas.


Berikut adalah video daripada Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari yang mengisahkan tentang orang terakhir masuk syurga




Wednesday, 14 June 2017

BENARKAH WUJUD MANUSIA SEBELUM NABI ADAM? JAWAPAN INI PASTI MENGEJUTKAN


Asal Muasal Penciptaan Alam Semesta

Membahas Kehidupan Sebelum Nabi Adam Memang Sesuatu yang amat misterius.Tapi tidak Ada salahnya Kalau Kehidupan itu di telusuri dari berbagai keterangan sebagai sebuah kesimpulan untuk menunjukan sebagai sesuatu Kehidupan Yang Pernah Ada sebelumnya.

Kehidupan di mulai dengan adanya penciptaan Alam. Proses penciptaan Alam Terekam Jelas dalam Al Qur’an Surat Arrum ayat 37

 وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

” Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Senada dengan ayat ini yaitu QS Yunus:34, QS Al Anbiya:30&104, QS Al Buruuj:13

Banyak teori Tentang Penciptaan Asal usul Alam diantaranya : Teori “BIG BANG, TEORI BIG CRUNCH, TEORI OSCILLATING INIVERSE.Ternyata teori Ini banyak kemiripan dengan Ayat – ayat diatas.

Permulaan Kehidupan

Dari sinilah bermula Kehidupan Alam yang selanjutnya terjadi Proses Penciptaan Makhluk Hidup Yang mendiaminya.

Ini bisa di lihat dalam QS Al Baqarah :30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

LALU PERTANYAANNYA SIAPA SAJAKAH MAKHLUK CIPTAAN ALLAH SWT YANG PERNAH BERADA DI BUMI SEBELUM NABI ADAM AS ?

Ada beberpa pendapat sahabat dan Ulama Tafsir dalam menfsirkan ayat di atas:

Dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-Adzim jilid I hal 91-93 Ibnu Katsir mengemukakan beberapa pendapat dari Sahabat, Tabiin an para ulama:

Ibnu Abbas berkata, “Yang pertama menempati bumi adalah bangsa jin, lalu mereka berbuat kerusakan dan saling membunuh, lalu Allah mengutus Iblis membunuh mereka dan bangsanya hingga mereka terpojok ke daerah-daerah pegunungan dan laut. Kemudian Allah menciptakan Adam untuk ditempatkan di muka bumi.

Abu Ja’far al-Rozi meriwayatkan dari al-Rabi’ bin Anas dari Abu al-Aliyah saat menafsirkan ayat di atas berkata, “Allah menciptakan malaikat di hari Rabu, meciptakan jin di hari Kamis, dan menciptakan manusia di hari Jum’at. Lalu bangsa jin melakukan kerusakan, maka para malaikat turun memerangi mereka. Oleh karena itu, malaikat mengetahui sifat mereka yang melakukan kerusakan, sehingga ketika Allah akan menciptakan manusia, bertanya: “Apakau Engakau akan menciptakan orang yang akan melakukan kerusakan di permukaan bumi?”

Mujahid dan Abdullah bin Amr berkata, “Jin dan keturunannya tinggal di bumi 2000 tahun sebelum diciptakannya Adam, mereka melakukan kerusakan di bumi dan saling membunuh, lalu Allah mengutus tentara dari bangsa Malaikat dan memerangi mereka hingga mereka terpojok di lautan, oleh karena itu malaikat bertanya hal itu saat Allah akan memberitahu akan menciptakan manusia.

Mubarok bin Fadholah dari al-Hasan berkata, “Allah berkata kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah di atas bumi, lalu Allah memberitahu bahwa sifat manusia yang akan diciptakannya begini dan begini, kemudian Malaikat bertanya: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Pendapat in juga didukung oleh Qotadah dan Abdurrozak bin Ma’mar

Ibnu Jarir berkata:, “Timbulnya pertanyaan malaikat tersebut setelah Allah memberitahu malaikat tentang sifat manusia dan Allah mengizinkan malaikat untuk bertanya. Lalu Allah menjawab “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

 Bagi umat islam kita harus berkeyakinan ini hanyalah pendapat yang diambil dari ahli tafsir

 Bahwa bangsa Atlantis atau pun  Dinasti Rama bukanlah dari ras manusia keturunan Adam.

 Dialah yang dinamakan 3 Umat terdahulu sebelum Nabi Adam Yaitu:

Banul Jan
Banul Ban
Dan Izajil

Perlu dicatat:  Bahwa Makhluk pra-sejarah, atau yang sering di sebut manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang!  Nenek moyang kita adalah Nabi Adam.  Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata, mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti insting seperti pada hewan.

Apa itu Banul Jan,Banul Ban dan Izajil?

Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan. Abu Jaan atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.

Jin diciptakan dari sejenis api., Tubuhnya tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang di kehendaki oleh Allah SWT.Bisa Terbang sesuka hati.Awal Kehidupannya di surga Dan sampai Akhirnya hidup dan mati di bumi.Izajil adalah Bangsa Iblis, Dari Jin Inilah keturunan Iblis Lahir dengan di beri kelebihan kepandaian Oleh Allah SWT.

2 Kelompok Jin yang berseteru

2 kelompok Jin bertempur terus tidak pernah bersahabat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk menaklukan Abal Jan dan banul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang“aba wastakbaro”.

Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia. Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.

Ditinjau dari segi Archeology :

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal. Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada. Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai  Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh.

Dari semua penemuan dan Penelitian baru sebatas perkiraan yang kesemuanya bersifat tak pasti.yang Pasti Al Qur’an telah menginformasikan secara tersirat adanya kehidupan sebelum nabi Adam AS.

Wallahualam.

Sumber:- serbaadanews.blogspot.my

Berikut adalah penjelasan Dr Daniel mengenai siapakah penghuni bumi sebelum Nabi Adam :-