Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, 17 May 2018

KISAH NYATA/KISAH BENAR - "MATI SURI"

Hasil carian imej untuk mati suri
Fenomena mati suri adalah salah satu fenomena yang hingga kini masih belum terungkap oleh ilmu pengetahuan. Bukan hanya di dalam negeri, fenomena ini rupanya terjadi juga di luar negeri. Tak sedikit orang yang mengalami fenomena langka ini. Anak-anak, orang dewasa, tua, muda, wanita maupun pria, semuanya bisa mengalami mati suri, tentunya atas kehendak dan izin Alloh. Nah, pada kesempatan kali ini tim blog kisah asal usul akan menyampaikan satu kisah nyata mati suri yang pernah dialami oleh tetangga penulis. Seorang kakek tua yang kini hidup kembali dan menjalani harinya seperti biasa. Silakan disimak untuk pelajaran untuk kita semua.

Kisah Nyata Mati Suri

Mbah Ngadio, seorang kakek tua berusia 67 tahun tetangga desa saya, tak pernah membayangkan sebelumnya untuk bisa mengalami sesuatu yang tak bisa dirasakan semua orang. Dia terpilih di antara sekian juta orang untuk mengalami fenomena mati suri dalam hidupnya. Kisah nyata mati suri yang ia alami itu terjadi sekitar 2 tahun lalu, saat saya masih duduk di kelas 3 SMA.
Kisah Nyata Mati Suri
Pagi itu, seperti pagi yang biasa bagi mbah Ngadio. Setelah bangun tidur dan minum kopi, ia mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang sudah renta itu. Ia kini memang tengah menikmati masa pensiun setelah usia mudanya dihabiskan menjadi seorang guru sekolah dasar di kampung saya.

Mbah Ngadio hidup di rumah kecil bersama anak perempuannya yang masih gadis. Ragil dari 8 bersaudara itu memang ditugasi untuk mengurusi bapaknya, sementara kakak-kakaknya bekerja mencari nafkah di Magelang.
Hasil carian imej untuk mati suri
Selepas ba’da dzuhur, tak diduga sebelumnya, Mbah Ngadio tiba-tiba ditemukan sudah tidak bernafas lagi. Di ruang tengah tempat ia biasa menghabiskan waktu sehari-hari, ia diketahui sudah meninggal dunia. Mbak Minah, anak gadisnya itulah yang menemukannya.

Singkat cerita, rumah Mbah Ngadio telah ramai dikunjungi para pelayat. Mbah Ngadio memang orang yang ramah dan supel. Semua orang menyukainya. Ia juga dikenal sangat murah hati dan sering menolong orang yang kesusahan. Semua orang merasa kehilangannya, sehingga wajar jika isak tangis menyertai prosesi pemandian jenazahnya.
Hasil carian imej untuk mbah ngadio
Semua orang yang hadir melayat mbah ngadio tak pernah mengira sebelumnya jika pada hari itu, mereka akan menjadi saksi kebesaran Alloh. Menjadi saksi dari kisah nyata mati suri yang tak semua orang bisa mengalaminya.

Jenazah Mbah Ngadio usai dikafani dan disholat. Anak-anaknya dari kota pun sudah kumpul semua. Kini tiba waktunya untuk mengantarkan beliau ke rumah terakhirnya. Liang kubur yang sunyi dan gelap.

Iring-iringan pelayat yang tak henti mengumandangkan tahlil mengantar kepergian Mbah Ngadio. Perjalanan dari rumah duka ke areal pemakaman sekitar 20 menit. Pemanggul jenazah berganti-gantian. Sawuran beras dan uang logam juga terus berulang, seperti layaknya prosesi pemakaman pada umumnya.
Kisah Nyata Mati Suri
Tiba-tiba, pelayat terhenyak. Dari dalam keranda terdengar suara batuk dan kain penutup keranda itu seperti ada yang menarik dari dalam. Mbah Ngadio bangun dan hidup kembali. Semua orang terhenyak lari tunggang langgang ketakutan melihat mayat hidup di atas keranda.

“Aa....a.a.....aaaa..a!”

Jenazah Mbah Ngadio terbangun. Semua pelayat berhamburan. Kabur ketakutan karena melihat mayat hidup di dalam keranda. Mayat Mbah Ngadio hidup kembali. Ya... Hidup kembali.

Pak Ustadz desa yang ada di barisan depan pun tercengang. Ditanyanya mbah ngadio yang masih mengenakan busana pocong itu dengan penuh kegaguan.

“Assalammualaikum Mbah?” tanya Pak Ustadz.

“Wa alaikumsalam pak Ustadz. Kenapa saya ada disini dan menggunakan pakaian semacam ini?” jawab Mbah Ngadio dengan rasa heran yang jelas tergambar dari raut wajahnya.

“Siapa namamu?” sergah pak Ustadz ingin memastikan bahwa yang berbicara itu benar-benar Mbah Ngadio, bukan jin atau sebangsanya.

“Pak Ustadz, ini Si Mbah, Mbah Ngadio. Kenapa bertanya begitu?” jawab Mbah Ngadio.

“Subhanalloh!! Saudara-saudara, inilah bukti kekuasaan Alloh. Kita telah menyaksikan fenomena yang luar biasa. Mbah Ngadio telah mengalami mati suri.” Pak Ustadz melantangkan suaranya.
Hasil carian imej untuk mbah ngadio
Seketika itu, para pelayat yang tadi lari terbirit-birit kembali berkumpul ke dekat keranda, menyaksikan Mbah Ngadio yang mengalami kisah nyata mati suri. Semua orang berdecak kagum seraya mengucap tasbih. Subhanalloh. Sungguh Engkau Maha Kuasa Ya Rabb.

Mbah Ngadio kemudian kembali ke rumah dibonceng motor. Sementara itu, para pelayat yang masih penasaran, menyusulnya kembali ke rumah duka. Mereka ingin mengetahui apa yang dialami oleh Mbah Ngadio selama 4 jam terakhir mengalami mati suri.

Mbah Ngadio melepaskan 3 lapis kain kafan ditubuhnya dan kembali mengenakan pakaiannya seperti biasa. Orang-orang berkumpul dan saat itu juga mbah ngadio menceritakan apa yang dia alami.

“Mbah tadi tidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu, mbah bertemu dengan seorang pria tinggi besar. Ia mengaku bernama Rozaq. Ia mengajak simbah ke Makkah untuk melaksanakan sholat Dzuhur bersama. Kemudian mbah diajak ke sebuah lembah di padang pasir yang luas oleh dia. Mbah bingung dan laki-laki tadi juga tampak kebingungan. Tiba-tiba mbah disuruh pulang lagi, katanya ini masih belum waktunya. Mbah sempat heran dengan kata-kata yang dia ucapkan, sebelum akhirnya mbah terbangun dan sudah ada di dalam keranda.” Papar Mbah Ngadio sambil terbata-bata.
Hasil carian imej untuk mati suri dalam islam
“Ini adalah fenomena mati suri Mbah. Mbah telah mengalami sebuah fenomena yang tidak semua orang bisa mengalaminya. Kemungkinan, laki-laki yang mengajak simbah tadi adalah malaikat maut mbah. Saya kira Alloh masih memberi kesempatan untuk Simbah melakukan sesuatu yang diingin simbah di dunia ini.” Seru pak ustadz.

“Entahlah, yang jelas, mbah merasa ini hanya mimpi. Mbah tadi seperti hanya tidur dan tak tahu jika jantung simbah sudah tidak berdetak lagi seperti tanda-tanda kematian yang diceritakan oleh orang-orang. Mbah memang selalu berdoa agar diberi kesempatan untuk dapat menyaksikan akad nikah Si Minah setiap habis sholat tahajud dan sholat fardlu. Mbah merasa senang sekali, Alloh telah mengabulkan doa simbah.” Tutur Mbah Ngadio seraya menitikan air mata.

Para pelayat hening, tertunduk, dan merasa malu atas apa yang dialami Mbah Ngadio. Doa seorang laki-laki tua renta itu telah diijabah oleh-Nya. Mereka bubar, dan semenjak saat itupun masjid yang biasanya sepi, hingga sekarang selalu penuh sesak terutama saat sholat Maghrib dan Subuh.

Nah, itulah kisah nyata mati suri yang terjadi di kampung saya. Mbah Ngadio hidup kembali untuk mengajarkan banyak hal kepada semua masyarakat di kampung saya. Sangat menakjubkan. Semoga kisah nyata mati suri ini bisa memberikan efek positif bagi kita semua, sehingga kita bisa mengambil pelajaran yang baik darinya. Semoga bermanfaat.


Monday, 5 February 2018

CERITA DARI PONTIANAK: PADUKA NURUL ALAM

Telah berkata Sayyid Syarif Abdur Rahman Al Qadri, “Berhenti perang kerana sekalian hantu dan syaitan (Pontianak) yang berbuai pada malam hari di pulau itu telah habis lari, janganlah tuan-tuan takut, marilah kita turun menebas pulau itu."

Pada awal tahun 2014, saya telah bermusafir ke daerah Pontianak di Kalimantan Barat (KALBAR). Ketika itu saya dan rombongan menjadi tamu kepada Kiyai Syarif Hidayatullah, pimpinan Jemaah Ahli Tarekah Muktabarah Nahdatul Ulama’ (JATMAN) Kalimantan Barat yang ketika itu mengadakan majlis sambutan Maulidur Rasul. Kami sangat beruntung, kerana turut menyertai rombongan kami ialah Al-Marhum Tuan Guru Baba Abdul Aziz Al-Fathoni.

Detik itu merupakan kali terakhir saya dapat berjumpa dan berkhidmat dengan almarhum Baba Abdul Aziz yang kembali ke Rahmatullah selepas satu minggu pulang dari Pontianak. Pemergian Ulama’ al Fathani yang bermukim di Makkah selama 22 tahun adalah satu kehilangan besar untuk ummah. Sebaik mendapat khabar pemergian almarhum Tuan Guru waktu tengah malam, saya langsung ke Pattani dari Shah Alam. Moga Allah tempatkan almarhum Baba bersama para kekasihNya. Amin

Berbalik kepada permusafiran, saya memulakan perjalanan ke Pontianak melalui Sarawak. Bermula dari Bandar Kuching, saya menaiki bas ekspres meredah sempadan selepas lebih kurang 2 jam di dalam bas.  Selesai cop passport dan ‘scan’ bagasi di sempadan Sarawak – Kalimantan, bas kembali menyambung perjalanan. Jalan raya yang tidak berturap dengan baik menyebabkan bas dipandu sangat perlahan. Mujurlah, ‘air-cond’ bas berfungsi dengan baik. Bukan apa, terdapat bas yang ‘air-cond’nya rosak. Perjalanan bertemani hujan peluh !. Ketika dalam bas, saya sempat mencuri mata melihat perkampungan Dayak yang boleh dilihat dari jendela bas. Suku Dayak adalah antara suku yang digeruni di Indonesia kerana terkenal dengan ilmu hitam yang sudah banyak ‘menewaskan’ orang.

Alhamdulillah,  selepas 12 jam berada di bangku bas, akhirnya kami tiba di tempat penginapan pada lewat malam. Masing-masing ‘capek’ (kepenatan). Sementara itu, Almarhum Tuan Guru Baba Abdul Aziz yang menaiki pesawat dari Kuching ke Pontianak tiba lebih awal bersama beberapa orang murid beliau.

Setelah beberapa hari acara maulid, kami mengambil peluang menziarahi tempat-tempat bersejarah sekitar Kota Pontianak. Saya kurang pasti kenapa saya agak lambat untuk menulis travelog saya di Pontianak, mungkin kerana saya tidak ketemu gambar-gambar saya di Pontianak, apatah lagi gambar saya bersama Pontianak (gurauan) kerana saya agak ralat menulis tanpa gambar sebenarnya. Untuk pengetahuan sahabat, ribuan gambar simpanan saya hilang akibat masalah teknikal. La ni, saya mengharapkan keajaiban agar gambar-gambar itu dapat diselamatkan.

A’la kulli hal beberapa hari ini cerita tentang Kesultanan Pontianak singgah ke benak fikiran saya setelah ada sahabat bertanya tentang sejarah di sana. Saya yang pernah ke sana terpanggil untuk memberikan ‘respon’ terhadap pertanyaan sahabat dan tidak semena-mena telah menjadi tulisan yang panjang lebar. Terima kasih sahabat !.

Di Pontianak, saya juga sempat menziarahi Keraton (Istana) Kesultanan Pontianak, namanya Istana Kadariah yang terletak di Kecamatan Pontianak Timur Selain itu, saya juga menziarahi Makam Sultan – Sultan Kesultanan Pontianak dan Makam Habib Husein Al Qadri. Saya juga tidak lepaskan peluang melawat Tugu Khatulistiwa dan Masjid Jami’ Pontianak yang tersergam indah serta Istana Amantubillah di Kecamatan Mempawah Timur peninggalan Kesultanan Mempawah.

Kota Pontianak

Kota Pontianak dianggap pintu gerbang Kalimantan Barat kerana lokasinya yang strategik. Kota ini berada di persimpangan sungai, terbahagi wilayahnya kepada beberapa bahagian yakni Pontianak Timur, Pontianak Utara, Pontianak Barat dan Pontianak Selatan. Kota Pontianak yang merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Barat juga adalah kota migrasi dan juga tempat urbaniasasi penduduk dari daerah luar. Oleh kerna itu, kependudukan di sini bercampur pelbagai bangsa dan etnik. Menurut kajian Enirahayul, ada tiga faktor yang menyebabkan kota Pontianak menjadi pilihan, pertama, kerana ia pusat pemerintahan Kalimatan Barat. Kedua, kedudukannya sebagai kota perdagangan dan ketiga ialah tempat pelabuhan. Sebahagian besar penduduknya adalah beragama Islam.
Peta Pontianak di Kalimantan Utara
Kesultanan Pontianak

Kesultanan Pontianak adalah Kesultanan di Kalimantan Barat yang diasaskan pada 23 Oktober 1771M bersamaan 27 Rejab 1185H. Sejarah Kalimantan Barat mencatatkan Kesultanan Pontianak adalah kesultanan terakhir yang tertegak di wilayah tersebut. Ini kerana, tiada lagi Kerajaan atau Kesultanan yang berdiri selepas Kesultanan Pontianak.

Kesultanan Pontianak berasal dari hutan belantara yang berada di persimpangan tiga sungai iaitu sungai Landak, Sungai Kapuas, dan Sungai Kapuas Kecil.
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Kesultanan termuda ini telah meninggalan warisan dan sejarah yang unik. Kendatipun, Kesultanan ini boleh dianggap adik  bongsu kepada Kesultanan lain yang lebih tua, tetapi ia mampu berperanan menjadi penyatu dan kunci serta memimpin kesultanan lain di wilayah Kalimantan Barat ketika hayatnya. Kesultanan Pontianak juga dikenali dengan nama Kesultanan Qadriah sempena nama kabilah pengasasnya iaitu Al Qadri.

Tempoh pemerintahan kesultanan Pontianak tidak lama hanya 179 tahun, dan diperintah oleh 8 generasi sultan dari dinasti Al Qadri cuma sejak kelahirannya 1771 M hingga ke Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 M. Setelah itu, kesultanan ini tidak lebih dari sekadar warisan budaya yang tidak mempunyai kekuasaan politik apapun lagi .

Pengasas Kesultanan Pontianak

Kesultanan pontianak ini didirikan oleh Sultan Sayyid Syarif Abdul Rahman Bin Al Habib Husein Al Qadri (kadang-kadang dieja Al Kadrie). Ayahanda Baginda, Al Habib Sayyid Husein Al Qadri, adalah seorang Ulama’ besar berketurunan Sayyid dari keturunan ahlul bait (baca: keturunan ke-34 Rasulullah saw) dan penyebar agama Islam yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.

Habib Husein mengembara dari kampung halamannya ke pelbagai tempat untuk berdakwah hingga ke wilayah Nusantara ini. Banyak tempat yang pernah Habib Husein kunjungi seperti Aceh dan Semarang, Kemudian kembali berlayar ke Kerajaan Matan pada tahun 1731 M berdasarkan dokumen Belanda yang ditulis oleh Martinus Nijhoff pada 1925.

Di Matan, ternyata susuk Habib Husein diterima dan disenangi penduduk setempat hingga ke pemerintah. Lalu, Habib Husen Al Qadri dilantik menjadi Qadhi (Hakim) dalam pengedalian hukum hakam Kerajaan Matan. Di Matan, Habib Husein menikahi seorang putri Sultan Muhammad Zainuddin (Sultan Matan) yang bernama Nyai Tua. Pernikahan Habib Husein dengan Nyai Tua ini yang melahirkan Syarif Abdul Rahman Al Qadri.

Setelah menetap beberapa tahun tahun di Matan, Habib Husein dan Syarif Abdul Rahman Al Qadri berhijrah ke Kerajaan Mempawah yang diperintah oleh Panembahan Adijaya anak Opu Daeng Manambon untuk melanjutkan dakwah syi’ar islam.

Di Mempawah, Syarif Abdul Rahman Al Qadri yang berumur 18 tahun ketika itu telah dikahwinkan dengan Utain Candra Maidi, puteri kepada Opu Daeng Manambon hasil perkahwinan Daeng Manambon dengan Puteri Kusumba.  Setelah perkawinannya dengan Utain Candra Maidi, Syarif Abdul Rahman bergelar Pangeran Syarif Abdul Rahman Al Qadri. Beliau adalah pedagang, perantau, pelayar dan ulama penyebar ajaran Islam seperti Ayahnya.

Suatu hari, bertarikh 11 Rabiulakhir 1185 H/24 Jun 1771 M, sekembali Syarif Abdur Rahman dari merantau,  Tuan Besar Mempawah juga ayahandanya, Habib Husein Al Qadri telah kembali ke Rahmatullah.

Pemergian Ayahnya sangat memberi kesan kepada Syarif Abdul Rahman dan telah mendorong beliau berhjirah mencari tempat yang bukan sahaja sebagai pusat perdagangan akan tetapi lebih tepat sebenarnya pusat pemerintahan baru.

Pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771 M, Syarif Abdul Rahman telah berangkat meninggalkan Mempawah dengan 14 buah perahu kecil. Beliau tiba di suatu sungai kira-kira waktu malam.

Keesokan harinya, Syarif Abdur Rahman pun masuk ke Selat Pontianak dan berhenti di situ selama lima malam. Pada hari Rabu kira-kira pukul 4.00 pagi.

Saya masih ingat Supir (pemandu) kami bercerita,

“Pak, semasa pembukaan hutan, datangnya makhluk-mahkhluk yang dipanggil Pontianak mengganggu rombongan terutama waktu malam. Suara mengilai mereka juga selalu kendengaran. Bukan itu sahaja, susuk mereka memang nampak”

Supir kami terus menyambung,

“apabila sampai ke pengetahuan Syarif Abdul Rahman Al Qadri, Syarif Abdul Rahman Al Qadri membawa sebuah meriam besar ke tengah hutan tersebut. Beliau kemudian menyalakan meriam itu ke sekumpulan Pontianak supaya Pontianak itu ketakutan. Strategi beliau berjaya dan Pontianak beransur-ansur hilang”

“okay pak, untuk pengetahuan bapak,  meriam yang digunakan menakutkan sekumpulan pontianak masih tersimpan di hadapan Istana Kadriah”, tutur supir.

Kami yang memang dalam perjalanan ke Istana Kadriah terasa tidak sabar untuk melihat meriam yang dimaksudkan.

“Ganas betul pontinak di sini, sampai kena guna meriam”, bisik hati saya.

“Macam Maya Karin tak Pontianak tu”, Tanya seorang sahabat saya secara berseloroh.

saya jawab, “kalau Pontianak macam Maya Karin, ramai la pergi tangkap pontianak……tapi ada berani ke”.

Kami tergelak beramai-ramai.
Merian yang digunakan Syarif Abdul untuk menakutkan Pontianak. Ia masih tersimpan hingga kini di hadapan istana.
Tamatnya gangguan Pontianak, hutan belantara yang memenuhi pulau itu ditebas dengan jayanya. Setelah habis ditebas, di dirikan sebuah rumah dan sebuah balai. Proses itu mengambil masa lapan hari dan di dalam tempoh tersebut, Syarif Abdul Rahman kembali ke Mempawah mengambil sebuah kapal dan sebuah tiang sambung. Tarikh 4 Ramadhan 1185 H/11 Disember 1771 M Syarif Abdul Rahman pindah ke pulau itu.

Hari Isnin, 8 Syaaban 1192 H bersamaan 1 September 1778 M, Syarif Abdul Rahman Al Qadri diangkat menjadi Sultan bagi Kesultanan baru di tengah hutan itu kemudian Baginda menamakan dengan nama ‘Pontianak’ merujuk wilayah kekuasaannya mengambil sempena peristiwa gangguan susuk Kuntilanak ketika pembukaan hutan. Hal ini menjadi asal usul nama Kota Pontianak.

Tak dinafikan, di sana ada versi lain kenapa nama ‘Pontianak’ diangkat menjadi nama Kesultanan.  Sebagai contoh, penamaan nama Pontianak dikatakan juga dari kata Ayunan Anak, atau berasal dari Pohon Punti. Ada juga menyebut berasal dari pontian yang bermaksud tempat perhentian dan lain-lain.

Cumanya, sejarah sekumpulan Pontianak (atau kuntilanak) itu sendiri menjadi sebab penamaan Kesultanan Pontianak lebih masyhur dan menjadi cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi.

Tersebut di dalam salah satu manuskrip yang berasal dari tulisan Syarif Abu Bakar Al Kadrie (cicit Sultan Pontianak pertama) yang bertarikh 28 Rabiulakhir 1350H bersamaan 9 September 1931M,

Telah berkata Sayyid Syarif Abdur Rahman Al Qadri, “Berhenti perang kerana sekalian hantu dan syaitan (Pontianak) yang berbuai pada malam hari di pulau itu telah habis lari, janganlah tuan-tuan takut, marilah kita turun menebas pulau itu”.

Nak cakap terima kasih ke tidak ya kepada Pontianak yang menjadi sebab kepada nama tersebut. Terserah la yer ! (gurauan).

Pertabalan Al Qadri

Menjadi adat, sesebuah kerajaan adalah dikira berdaulat apabila adanya pengiktirafan Kerajaan atau kesultanan berdaulat yang lain. Kesultanan Pontianak tidak terkecuali. Maka telah datang Raja Haji Ibni Daeng Chelak (baca : As Syahid Raja Haji Fisabililah), Yang dipertuan Muda Riau yang keeempat (1727-1784 M) untuk meneliti karisma dan tuah Syarif Abdul Rahman Al Qadri serta menyelidik pandangan rakyat. Apabila semua penduduk Pontianak bersetuju pelantikan Syarif Abdul Rahman, Raja Haji mengirim utusan ke negeri sekitar iaitu Mempawah, Matan, Landak dan Kubu. Raja-Raja negeri tersebut memberi perkenan dan restu pelantikan.

Susulan itu, pada tarikh yang tersebut (Isnin, 8 Syaaban 1192 H bersamaan 1 September 1778 M), telah berhimpun sekalian tuan-tuan sayyid, para raja dan rakyat negeri Pontianak menyaksi pertabalan Syarif Abdul Rahman Al Qadri.

Raja Haji yang juga merupakan adinda Sultan Salahuddin (Sultan Selangor pertama) bertitah,

“Adapun kami memberitahu kepada sekalian tuan-tuan sayid, raja-raja, dan sekalian isi negeri Pontianak ini, pada hari ini, Paduka Pangeran Syarif Abdur Rahman Nur Allam kita sahkan berpangkat dengan nama Paduka Sultan Syarif Abdur Rahman al-Qadri, iaitu raja di atas takhta kerajaan Negeri Pontianak, demikianlah adanya”

Saya meneka kedatangan dan restu daulat dari Raja Haji kepada Syarif Abdul Rahman Al Qadrie adalah kerana faktor hubungan kekeluargaan. Raja Haji Bin Daeng Chelak adalah sepupu kepada isteri Syarif Abdul Rahman Al Qadri iaitu Utain Candra Maidi Bt Daeng Menambon kerana Ayahanda mereka berdua (Daeng Chelak dan Daeng Menambon) adalah adik beradik. Daeng Chelak dan Daeng Manambon mempunyai 3 saudara lelaki lagi iaitu Daeng Merewah, Daeng Perani dan Daeng Kemasi. Kelima putera Oppu Tendri Bura Dilaga dari Kesultanan Luwu’- Bugis merupakan lima saudara agung yang pernah dilahirkan di Nusantara ini. kelima-lima mereka merupakan pelayar hebat yang telah memainkan peranan penting dalam aspek penyebaran Islam dan kekuasaan politik di Nusantara khususnya di Semenanjung Tanah Melayu, Kalimantan serta Sumatera.

Maka tertegak Kesultanan Pontianak dari zuriat keturunan Rasulullah  (baca : ahlul bait) dari kabilah Al Qadri. Dari Yaman, keluarga ini datang berdakwah ke Nusantara. Takdir Allah, dikurniakan Allah akan mereka Al Qadri akan kerajaan. Mereka tidak hanya berdakwah tetapi juga mendirikan kekuasaan.

Baginda Sayyid Syarif Abdul Rahman Al Qadri bin Sayyid Husein ibni Sayyid Ahmad ibni Sayyid Hussein ibni Sayyid Muhammad ibni Sayyid Salim ibni Sayyid Aqil ibni Sayyid Abdullah ibni Sayyid Muhammad ibni Sayyid Salim ibni Sayyid Ahmad ibni Sayyid Abdul Rahman ibni Sayyid Ali ibni Sayyid Muhammad ibni Sayyid Hassan al Muallim ibni Sayyid Muhammad ibni Sayyid Hasan ibni Sayyid Ali ibni Muhammad Fakeh Al Muqaddam ibni Ali ibni Muhammad Sahib Mirbath ibni Ali Khali’ Qasam ibni Alawi ibni Muhammd ibni Alawi ibni Syaikh Ubaidillah ibni Ahmad Muhajir Ibni Isa Ar Rumi ibni Muhammad Al Naqib ibni Ali Al Uraidhi ibni Jaafar As Sadiq ibni Muhammad Al Baqir ibni Ali Zainal Abidin ibni Al Husein ibni Sayyidatina Fatimah binti Rasululilah  (Pakar nasab alawiyin di Hadramaut telah mengesahkan salasilah ini. Boleh merujuk Kitab Syamsu Ad Dzhohirah).

Maka telah memerintah Paduka Sultan Syarif Abdul Rahman Al Qadri Nurul Alam dan keturunannya selama turun temurun hingga Kesultanan Pontianak bergabung menyertai Negara Kesatuan Republik Indonesia selepas Kemerdekaan Indonesia 1945M. Setelah itu, kesultanan ini tidak lagi mempunyai kekuasaan politik, hanya lebih dari sekadar lambang dan warisan budaya yang terikat dengan sumpah Pancasila.

Sekian,

Angah Sunan
Pengasas Sunan Press PLT
angahsunan.blogspot.my

Rujukan: Kembara penulis di Kalimantan Barat



Tuesday, 6 June 2017

AHMAD SURADJI - ADA APA? SIAPA?

Fakta2 mengenai Ahmad Suradji, Serial killer aka dukun membunuh mengikut kuota.

Jarang aku cerita serial killer di Malaysia dan Asia kenapa ye? Untuk jaga sensitiviti sebab tu aku tak cerita..page lain itu hak dorang..nanti ramai yang sentap. Semua benda nak sensitif sekarang..ini pun seadanya aku cuba ceritakan tu pun atas permintaan seseorang. Ayat aku olah semula.Harap hormati semua penulisan aku ok.setiap cerita ada pengajaran..setiap cerita ade moral dia..bergantung kepada pembaca bagaimana pemikiran mereka...cheers..

***********
Ahmad Suradji, juga lebih dikenali sebagai 'pembunuh ilmu hitam' aka 'The Black Magic Killer'. Dia membunuh mangsa2nya untuk mendapatkan kuasa spiritual yang tinggi. Semua mangsa2nya dibunuh secara ritual dan dia percaya pembunuhan ritual ini akan meningkatkan kebolehannya sebagai dukun.
Suradji dilahirkan pada tahun 1949, dan mula terlibat dengan kes pembunuhan pada tahun 1986. Dalam tempoh 11 tahun, dia telah membunuh sebanyak 42 orang wanita. 
Dia dihukum oleh kerajaan Indonesia pada tahun 2008. Berikut ialah kisah ringkas mengenai Suradji.
No automatic alt text available.
Dia menggelar dirinya dukun. 

Ahmad Suradji mengaku dia mempunyai keistimewaan luar biasa dimana kuasa mengubat/menyembuh dan aura yang digelar "dutak." Biasalah selalunya kita disini percaya sangat dengan bomoh, disana pun sama.Sesetengah orang percaya akan keistimewaan bomoh2 atau dukun ni termasuk kemampuan mengubat walaupun hakikatnya syirik.

Suradji ketika itu dianggap dukun terkenal dan berpengaruh yang boleh mengubat orang, menjadikan wanita awet muda dan cantik jelita serta menjadikan orang kaya raya aka ilmu pengasih dan penunduk.
Image may contain: one or more people and people sitting
Bermimpi bertemu arwah ayahnya dan menyuruh dia membunuh 70 orang wanita tetapi dia hanya sempat bunuh 42 saja.

Ahmad Suradji mula terlibat dengan pembunuhan pada tahun 1986, selepas bermimpi bertemu bapanya yang menyuruh dia membunuh seramai 70 orang wanita bagi meningkatkan lagi ilmu kedukunannya. Jika Suradji berjaya membunuh 70 wanita, dia akan jadi lebih kuat dan kuasa sihir ilmu hitamnya akan lebih power.

Walau bagaimanapun, Suradji gagal mencapai matlamat tersebut kerana hanya sempat membunuh 42 mangsa saja. Ramai mangsanya tidak dapat ditemui selepas dia ditangkap sehinggakan pihak polis mohon orang ramai supaya melaporkan sesiapa saja keluarga mereka yang hilang tanpa dapat dikesan yang mungkin mereka adalah mangsanya.
Image may contain: night, text and outdoor
Dia tak cari mangsanya malah mereka sendiri datang menyerah kepadanya.

Kerana kebolehan dia mengubat dan mempunyai ilmu2 hitam yang tinggi, dukun Ahmad Suradji jarang keluar mencari mangsa dia tetapi mangsa dia sendiri datang minta pertolongan darinya.

Sebahagian besar daripada mereka datang kepadanya untuk minta dia beri ilmu untuk memperbaiki kehidupan mereka. Dalam erti kata lain nak cepat kaya. Kehebatannya tu menjadi buah mulut orang kampung. Namanya disebut2 sebagai dukun terkenal ketika itu.

Wanita2 yang datang kepadanya semua desperate hendak cantik, kaya dan digilai lelaki2. Jadi cara yang dikenakan kadang sangat menakutkan. Namun ada yang sanggup. Mereka sanggup ikut segala arahan dukun seperti ambil tanah kubur dan ada yang sanggup duduk dalam lubang kubur semata mahu ilmu yang diperturunkan tu berkesan. Jadi dukum Suradji mengambil kesempatan. Mangsa2 nya ni dibunuh dengan cara dicekik setelah mereka ditanam separuh badan.

Jika berminggu tiada pelanggan, Suradji akan cari pelacur sebagai korban ritualnya untuk memenuhi kuotanya seramai 70 orang.
No automatic alt text available.
Minum air liur mangsa yang dibunuhnya.

Ramai serial killer rogol kemudian minum darah mangsa nya tetapi Suradji hanya minum air liur mangsanya. Ahmad Suradji percaya caranya ini boleh menjadikannya lebih kuat dia akan minum air liur mangsanya setelah mereka dibunuh dengan jampi serapahnya.
Image may contain: candles and night
Kebumikan semua mangsanya depan rumah supaya tenaga sihir aka ilmu hitamnya kekal dan kuat.

Selepas Ahmad Suradji membunuh mangsa2nya dan minum air liur mereka, dia kebumikan mereka di ladang tebu berhadapan rumahnya. Semasa mereka hidup kebanyakkamnya ditanam paras pinggang kononya bagi membuang sial. Setelah ditanam (dalam keadaan bogel) separuh hingga pingang kemudian mereka dicekik hingga mati. Semuanya ditanam menghadap kearah rumahnya yang dikatakan boleh menambah kuasa sihirnya.
Image may contain: one or more people, tree and outdoor
Ditangkap ketika Jirannya terjumpa mayat diladang tebu.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Ahmad Suradji berlangsung dari tahun 1986 hingga tahun 1997, namun akhirnya dia tertangkap. Itupun apabila kantoi jirannya terjumpa mayat diladang tebunya.

Selepas disoal siasat polis dan memurut mereka itu ialah pelanggannya, dia serta merta ditangkap. Rumahnya juga digeledah segala alatan ritual seperti keris, tengkorak kemenyan dan pelbagai lagi barang2 mangsanya dijumpai.
Image may contain: 2 people, people standing and people sitting
Dihukum tembak.

Pada tahun 2008, Suradji dijatuhi hukuman tembak di Indonesia. Sebelum hukuman dijalankan dia berkata yang semua ilmu hitamnya adalah datang dari Tuhan, dia tak berkuasa, di berharap sangat yang dia boleh bebas dan diberi peluang bertaubat dan meneruskan kehidupan seperti manusia biasa.
Image may contain: 3 people, text
Dia berubah setelah dipenjarakan serta menasihatkan kawan2nya semua berbuat baik kejalan benar.

Selepas ditangkap dan duduk seketika dalam penjara Suradji mula mendalami ajaran2 Islam. Dia berubah malah mengajak rakan2nya yang lain turut sama beribadat kepada Allah yang maha Esa. Dalam penjara pun dia popular kerana mungkin dia ada auranya yang tersendiri menarik perhatian orang.
Image may contain: one or more people
Salah seorang isterinya adalah pembantunya yang setia.

Ahmad Suradji ada tiga isteri. Kesemua isteri2nya disoal siasat. Tetapi hanya seorang isterinya, Tumini (gambar) yang ditangkap dan dipenjarakan kerana dia merupakan pembantunya melakukan semua kerja2 pembunuhannya, dua yang lain tak tahu apapun.
Image may contain: 2 people
Jiran2nya hormati dia kerana kemampuan yang dia ada.

Sebelum ditangkap kerana membunuh, Ahmad Suradji seorang dukun yang dihormati dan disegani oleh jiran2nya. Dia selalu menawarkan diri bagi mengubati orang2 yang sakit. Jadi jiran2nya hormati dia. Dia juga seorang yang pemurah dan suka menderma kepada orang susah. Jadi orang2 semua respect dia dan tak hairanlah dia dukun yang terkenal dikampung tu.
Image may contain: 3 people, text
Mangsa2 wanitanya yang datang dikenakan bayaran bukan free.

Ahmad Suradji berkemampuan menaikkan seri atau awet muda kepada wanita jadi dia kenakan bayaran tertentu kepada pelanggan2nya. Namun malangnya tak sempat menikmati ilmu tersebut mereka menjadi korban bunuh Suradji. Kesian..
Image may contain: 1 person, text


Monday, 29 May 2017

15 APLIKASI GOOGLE YANG SANGAT BERGUNA TETAPI RAMAI YANG TIDAK TAHU KEWUJUDANNYA

Google boleh menjadi sahabat baik anda apabila anda ingin mencari jawapan atau maklumat secara dalam talian. Berjuta-juta pengguna menggunakannya setiap hari, tetapi hanya beberapa orang sahaja yang menggunakan Google semaksimum yang mungkin. Malah, enjin pencarian berkuasa ini menawarkan banyak perkhidmatan, aplikasi dan pencirian hebat yang ramai tidak tahu.

Di sini, kami senaraikan 15 aplikasi Google yang paling berguna yang anda mungkin tidak tahu kewujudannya.

1. Google Translate
Hasil carian imej untuk google camera translate
Satu aplikasi untuk mereka yang sukakan travel. Hanya tujukan sahaja kamera anda ke arah perkataan yang anda perlu terjemahkan, dan aplikasi ini akan menterjemahkan dengan segera ke dalam bahasa pilihan anda. Ia sangat berguna!

2. Gmailify
Hasil carian imej untuk Gmailify
Aplikasi ini menggabungkan semua akaun e-mel anda ke dalam satu Gmail inbox.

3. Google Shcolar
Hasil carian imej untuk google shcolar
Ia adalah satu enjin pencarian yang mencari seluruh kesusasteraan ilmiah. Senarai hasil pencarian daripada Google Scholar ini mengandungi petikan daripada buku teks, kertas kerja santifik dan jurnal.

4. Google Keep
Hasil carian imej untuk google keep
Satu aplikasi untuk mencipta nota berwarna-warni yang menarik. Anda tidak akan lupa untuk menyelesaikan tugasan penting lagi!

5. Timer
Hasil carian imej untuk google timer
Anda boleh menetapkan pemasa pada bila-bila masa yang anda mahu. Apabila masa anda telah tamat, anda akan mendengar bunyi jam penggera.

6. Google Sky
Hasil carian imej untuk google sky
Gunakan aplikasi ini untuk melihat ruang angkasa seolah-olah anda sedang melihat daripada teleskop yang paling berkuasa. Dengan aplikasi ini, anda juga berpeluang untuk berjalan di sekitar Galaksi Milky Way dan belajar tentang kajian terkini.

7. Google Fonts
Hasil carian imej untuk google fonts
Satu enjin pencarian yang membantu anda mencari jenis tulisan terbaik untuk projek anda.

8. Google Art Project
Hasil carian imej untuk google art project
Jika anda pencinta seni, anda tidak boleh lepaskan aplikasi ini. Ambil peluang untuk menemui dan melihat karya seni terkenal secara dalam talian dengan terperinci.

9. Think with Google
Hasil carian imej untuk think with google
Anda akan mendapat maklumat terkini tentang hasil kajian terkini, trend pengguna dan berita terkini dalam pemasaran. 

10. Google Trends
Hasil carian imej untuk google trends
Aplikasiini membolehkan anda melihat jenis pencarian yang paling terkenal.

11. Google Shopping
Hasil carian imej untuk google shopping
Dengan aplikasi ini, anda boleh membeli apa-apa sahaja daripada gajet sehinggalah barangan kosmetik.

12. Panoramio
Hasil carian imej untuk panoramio
Gunakan Panoramio untuk melihat serata dunia melalui gambar-gambar yang diambil oleh pengguna-pengguna Internet.

13.Google Sound Search
Hasil carian imej untuk google sound search
Aplikasi ini adalah aplikasi yang mengenalpasti muzik. Ia akan memaklumkan lagu yang sedang anda dengarkan dalam masa beberapa saat.

14. Google Images
Hasil carian imej untuk google images
Ini adalah alat yang paling berguna untuk mencari gambar di laman sesawang. Anda juga boleh memuatnaik gambar daripada komputer anda dan aplikasi ini akan melakukan kerja seterusnya. Hasil mungkin akan disertakan dengan gambar yang sama, berbeza resolusi pada gambar, page yang mengandungi gambar tersebut, dan banyak lagi.

15. Build with Chrome
Hasil carian imej untuk build with chrome
Aplikasi ini membolehkan anda untuk bermain dengan Lego di alam maya. Cubalah! Ia bukan sahaja menyeronokkan untuk kanak-kanak tetapi untuk orang dewasa juga.



Monday, 22 May 2017

MISTERI MAK LAMPIR

Image may contain: 1 person
Nama asalnya adalah Siti Lampir Maimunah, beliau adalah murid kepada Nenek Serintil yang mempunyai ilmu ajian sakti mandraguna, seorang pendekar dari aliran ilmu hitam di dataran Tanah Jawa. Ketika masih muda Mak Lampir tergolong dalam wanita yang baik-baik dan sangat pemalu.

Legenda mak lampir bermula di Sumatera, ianya merupakan legenda masyarakat dari kaki gunung marapi (berapi) yang terletak di kabupaten Agam (Bukit Tinggi) dalam Daerah Sumatera Barat, Dipercayai juga mak Lampir merupakan seorang puteri dari kerajaan kuno Champa, kerajaan Champa di ambil dari bahasa Vietnam Chiêm Thành membawa erti kerajaan yang pernah menguasai daerah yang sekarang termasuk Vietnam Tengah dan Selatan, di anggarkan antara abad ke-7 hingga 1832.
Image may contain: 1 person, outdoor and close-up
Sejak kecil hidup Siti Lampir selalu berpindah randah, kerana kedua-dua orang tuanya yang miskin yang terpaksa berhijrah dari satu daerah ke daerah dan hinggalah ke Pulau Jawa.

Hinggalah suatu hari beliau bertemu dengan Nenek Serintil dan menumpang dikediaman Nenek Serintil yang
sekaligus menjadi gurunya. Asal Usul Nenek Serintil adalah seorang pendekar yang hidup menyendiri di lereng gunung berapi. Sejak saat itu Siti Lampir hidup di lereng gunung berapi bersama Nenek
Serintil.
Image may contain: 1 person, close-up and outdoor
Ketika beliau bertemu Nenek Serintil usia Siti
baru menganjak dewasa, setiap hari beliau di latih dan di gembleng tenaganya oleh Nenek Serintil. Siti seorang wanita yang cerdas, oleh sebab itu dengan mudah beliau dapat dan cepat menerima ajaran dari gurunya.

Seperti wanita lain, ketika dewasa Siti Maimunah Lampir juga pernah merasakan indahnya bercinta, pada suatu hari Siti berjumpa dengan seorang pengembara, dia dikenali sebagai Datuk Panglima Kumbang, seorang bangsawan yang bergelar Datuk, dipercayai Datuk panglima kumbang itu berasal dari kalimantan, kerana gelaran DATUK tersebut ditujukan untuk pemimpin pasukan perang suku dayak, manakala gelaran
Panglima Kumbang, adalah Panglima dari pasukan alam kegelapan. Tetapi yang pasti tidak ada seorang pun yang tahu siapa nama sebenar pemuda itu.
Image may contain: 1 person
Akhirnya Siti Maimunah menikah dengan Datuk Panglima Kumbang, mereka hidup bahagia sebagai suami isteri. Namun setelah bertahun-tahun menikah tapi mereka tidak di kurniai seorang pun anak. Akhirnya Datuk Panglima Kumbang meninggalkan Siti dan tidak pernah kembali. Sejak Siti di tinggalkan oleh suaminya Datuk Panglima Kumbang, hidup Siti jadi berubah arah, beliauh sering mengurung diri, bahkan menjadi seorang wanita yang sangat-sangat pemarah. Diceritakan jika beliau menepuk kaki gunung berapi, maka bergegarlah sebahagian Pulau Jawa lalu terpancut lah larva gunung berapi tersebut...